5 Alasan Orang yang pernah Nakal Lebih Berpeluang untuk Sukses

5 Alasan Orang yang pernah Nakal Lebih Berpeluang untuk Sukses

Masa muda adalah masa mencari jati diri, masa muda juga adalah masa di mana kita lagi semangat-semangatnya, kuat, dan lincah untuk melakukan sesuatu, khususnya sesuatu hal yang baru. Namun tanpa sadar, berani untuk mencoba sesuatu hal yang baru ini dimanfaatkan oleh para remaja untuk melakukan hal-hal yang tidak baik dan negatif.

Banyak sekali bentuk kenakalan remaja saat ini. Yang terpenting dari itu, apa sebernanya alasan para anak muda melakukan hal-hal yang negatif dan tidak baik ? ada beberapa poin yang biasanya kita temukan, diantaranya.

1. Penasaran

Alasan utamanya jelas adanya rasa penasaran. Mereka kadang hanya menjadikan rasa penasaran untuk melakukan sesuatu, tak peduli apakah sesuatu itu bersifat positif atau negatif. para remaja mungkin akan bangga jika sudah melakukan hal tersebut, dan tahu rasanya jika melakukan itu.

2. Ikut-Ikutan

Salah satu hal yang bisa mempengaruhi kepribadian kita adalah lingkungan sekitar. Kita mungkin pernah mendengar kata kata "bergaulah dengan orang yang baik jika kamu ingin menjadi baik. pun sebaliknya. bergaulah dengan orang yang tidak baik, jika kamu ingin menjadi seseorang yang tidak baik.

Kata kata itu mungkin agak diskriminasi, namun kadang ada benarnya juga. Disaat kita melihat orang lain melakukan kesalahan, kemungkinan besar kita akan ikut-ikutan juga untuk melakukan hal yang sama. Kenapa ? karena banyak yang melakukannya. kadang jumlah akan memenangkan kesalahan dimata seseorang.

"ah dia aja melakukan itu ? kenapa aku nggak. ah banyak kok yang melakukan itu, buktinya baik-baik aja sampai sekarang. dan sebagainya".

Ya, semua orang pernah melakukan kesalahan, termasuk kamu. Namun entah kenapa, banyak yang menganggap seorang remaja yang sulit diatur, tidak mau mendengarkan orang lain, suka melakukan hal yang negatif, dan nakal, adalah orang yang masa depannya suram. orang yang bodoh, orang yang tidak berguna dan sebagainya, tapi kenyataannya tidaklah semuanya benar.

Baca Juga : 30 Kata Kata Semangat Kerja Keras Demi Masa Depan Cerah

Banyak sekali contoh orang-orang yang nakal saat remaja justru lebih sukses dari orang-orang yang dianggap rajin dan orang yang pintar. Tapi bukan berarti kita harus jadi orang yang nakal dulu untuk bisa menjadi sukses. Karena setiap orang mempunyai jalannya masing-masing dan takdir yang berbeda-beda. Kenapa mereka yang pernah nakal bisa sukses ? Berikut alasannya.


1. Berani Melakukan Sesuatu


Salah satu sifat yang masih terbawa dari kenakalan remaja adalah berani melakukan sesuatu. Nah sifat ini yang masih terbawa saat mereka merangkai masa depan. Tak peduli apakah yang mereka lakukan akan berhasil dan sukses atau tidak, yang terpenting dari itu mereka sudah mencoba dan tahu jawabannya.


2. Berani Bertanggung Jawab


Poin ini adalah lanjutan poin pertama, dimana setiap sesuatu pasti ada konsekuensi-nya. Begitupun yang mereka lakukan saat ini untuk menggapai masa depan masing-masing, dampaknya memang tidak langsung dirasakan saat ini, tapi nanti. Seseorang yang pernah nakal pasti sudah tahu akan hal ini. Nah disinilah letak tangung jawab mereka dipertaruhkan tentang hasil yang akan mereka capai.


3. Punya Banyak Pengalaman


Kita tak bisa pungkiri bahwa pengalaman orang yang nakal jauh lebih banyak dari orang yang tidak pernah nakal sama sekali. Pahit manis sudah mereka rasakan dimasa lalu. Kadang pengalaman itulah yang menuntun mereka semakin kuat. tidak sesekali melakukan kesalahan yang sama. dan terus memperbaiki diri.


4. Suka Tantangan


Alasan selanjutnya adalah mereka suka tantangan, namanya juga mantan badboy, tantangan apapun siap mereka lakukan. Mau tantangan besar ataupun tantangan kecil bagi mereka itu sama saja. tidak ada bedanya. Selagi itu masih dalam koridor yang positif. "Ayo kita lakukan !!!".


5. Tak Mudah dijatuhkan


Nah ini adalah alasan yang paling penting, mereka tidak mudah jatuh dan dijatuhkan. Mereka tidak mengenal namanya putus asa, karena mungkin pernah menghadapi masalah yang jauh lebih besar ketika saat remaja. Pun saat mereka hendak dijatuhkan, walaupun mereka sering menjadi target untuk dijatuhkan, mereka justru tidak mau menjatuhkan orang lain. mereka lebih suka merangkul yang lain untuk bangkit karena bisa memahami perasaan dan keadaan seseorang dengan mudah.

Labels: ,