Belajar dari Langkah Cerdik Kesuksesan Facebook (Pelajaran Hidup)

Belajar dari Langkah Cerdik Kesuksesan Facebook

Facebook adalah media sosial terbesar saat ini. Pada tahun 2017, Facebook mengumumkan memiliki pengguna sebanyak 2 miliar akun. Hal ini masih menobatkan Facebook sebagai media sosial terbesar di dunia.

Facebook lahir di sebuah kamar yang didirikan oleh seorang anak muda bernama Mark Zuckerberg. Facebook yang awalnya bernama TheFacebook yang merupakan menyempurnaan dari FaceMash yang tidak lain dahulu membuat Mark Zuckerberg mendapat masalah di Harvard.

Siapa yang menyangka, setelah memutuskan untuk drop out dari Harvard dan memilih fokus membangun Facebook, mengantarkan pemuda ini menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Bahkan kekayaan Mark bertambah setiap detiknya. wow !!

Dan sekarang perusahaan Facebook menjadi salah satu perusahaan yang berpengaruh didunia. Mengacu dari kesuksesan tersebut, dan dengan gelimang prestasi yang dimiliki Facebook saat ini, pasti ada rahasia dibalik kesuksesan tersebut. Tak mungkin kesuksesan tersebut diraih begitu saja tanpa ada tindakan. Lalu apa rahasianya ? Nah berikut adalah pandangan kami setelah melakukan analisis mengenai langkah-langkah yang telah dilakukan Facebook dengan bisnisnya.

Gencar Mengakuisisi Media Sosial


Ada sebuah pepatah mengatakan
Salah satu cara untuk mengalahkan musuh adalah menjadikan ia sebagai teman
Jika kita perhatikan, Facebook begitu gesit dalam melakukan pendekatan terhadap media sosial lainnya. Bak seperti PDKT dalam sebuah kisah asmara. Facebook secara terang-terangan dan juga diam-diam mengatakan tertarik membeli perusahaan media sosial yang sejenisnya, prestasi yang mencengangkan adalah saat mereka berhasil mengakuisisi perusahaan WhatsApp dan Instagram. Lalu apa tujuan akuisisi tersebut ?, ada pertanyaan menggelitik mengenai "Mengapa Facebook masih berambisi mengakuisisi media sosial lainnya padahal Facebook adalah pemimpinnya"?

Belajar dari Langkah Cerdik Kesuksesan Facebook

Setelah kami menganalisis hal ini, tidak ada ciptaan manusia yang bisa dikatakan sempurna, Facebook memutuskan untuk membeli kedua media sosial ini adalah untuk menyempurnakan sistem yang mereka buat. kedua media sosial ini memiliki kelebihan yang tak dipunyai Facebook. Contohnya adalah Instagram yang memiliki sistem upload foto yang lebih baik ketimbang Facebook.

Dengan mengakuisisi, Facebook dan Instagram dapat saling memperbaiki satu sama lain. begitupun dengan WhatsApp yang merupakan aplikasi berbasis pesan instans yang sebelumnya Facebook telah memiliki aplikasi serupa yaitu Messenger. Mengapa demikian ? Ya, akuisisi dinilai adalah metode yang praktis untuk memperbaiki sebuah sistem daripada melakukan penelitian sendiri yang memakan waktu cukup lama dan menghamburkan banyak uang.

Banyak yang berspekulasi dari pengamat teknologi bahwa masa depan Instagram akan berakhir setelah diakuisisi oleh Facebook mengingat fokus plattform keduanya hampir serupa. Namun pandangan ini terjawab dengan sendirinya. justru kesamaan ini membuat mereka tumbuh bersama. bahkan pertumbuhan pengguna media sosial ini meningkat signifikan khususnya Instagram.

Dan yang terakhir, Facebook dikabarkan tertarik membeli SnapChat karena mereka mempunyai fitur yang sangat unik. yaitu stories. Namun dikabarkan juga SnapChat menolak penawaran yang diajukan Facebook.


Memetik Pelajaran


Pelajaran yang kita peroleh dari langkah Facebook di pembahasan ini adalah untuk menjadi sukses itu jangan sesekali merasa berpuas diri dan merasa yang paling hebat sendiri. Kembali ke pembahasan sebelumnya, Facebook seakan-akan tidak pernah berpuas diri dengan kesuksesan yang mereka raih. Mereka mungkin sadar. bahwa jika bermain di zona nyaman, bisa jadi akan disalip oleh para pesaingnya. Karena sudah banyak sekali saat ini perusahaan yang hanya tinggal kenangan sebuah nama. Apalagi perusahaan teknologi yang setiap detiknya menghasilkan teknologi yang baru.

Baca Juga : 12 Perbedaan Orang yang ditakdirkan Sukses dan Gagal

Secara Logika. jika seseorang bekerja di sebuah perusahaan, tidak mungkin seseorang itu ingin terus-menerus menjadi karyawan biasa. pasti ada sebuah pemikiran yang terlintas untuk naik jabatan menjadi seorang bos yang mempunyai kehormatan.

Lalu apakah kita masih ingin bermain dizona nyaman dan merasa paling hebat sendiri sekarang ? jika memang demikian. itu artinya kita akan melewati perubahan dan proses memperbaiki diri akan terhenti.

Pelajaran yang kedua adalah carilah seseorang yang memiliki tujuan yang sama. walaupun memiliki tujuan yang sama. janganlah berpikiran bahwa hal tersebut akan menjadi habatan, kemudian menjatuhkan satu sama lain. Namun hal inilah yang justru membuat kita menjadi semakin kuat karena bisa saling memahami dan membantu satu sama lain. Bukankah menjadi sukses bersama-sama itu menyenangkan.  So, ini adalah padangan pribadi untuk motivasi saja. berpikirlah secara cerdas.

Labels: ,