David Eisman ~ Remaja 16 Tahun Yang Sukses Jadi CEO Perusahaan Video Game

David Eisman ~ Remaja 16 Tahun Yang Sukses Jadi CEO Perusahaan Video Game

Jika ada orang yang mengatakan bahwa usia dapat menghalangi seseorang untuk meraih kesuksesan bisnis, hal tersebut tentu sudah lama sekali terbantahkan. Karena pada kenyataannya, usia tidak bisa sama sekali dijadikan alasan serta patokan ketika berurusan dengan perniagaan. Tidak hanya bagi mereka yang telah memiliki pengalaman lama, generasi muda yang masih berusia belasan tahun pun juga memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan kesuksesan.

Hal ini dibuktikan oleh anak muda bernama David Eisman, Remaja yang baru berusia 16 tahun ini sudah berhasil dengan mampu mengembangkan bisnisnya sendiri di bidang video game. Di usianya masih sangat belia dan muda, dengan kerja kerasnya dan semangat juang pantang menyerah yang ia tunjukan. membuat ia percaya dan optimis bahwa apa yang selama ini telah ia kerjakan tak akan pernah sia-sia. walau masih muda, ia telah dipercaya menjadi CEO dari perusahaan video game Pixelman Productions. lalu Seperti apa cerita inspiratif perjalanan hidup dan kisah sukses David mengembangkan bisnis usia dini yang mungkin memberikan kita pelajaran khusunya bagi anak muda? Simak Penjelasannya.


Berbekal Semangat Dari Sang Ayah


"Buah jatuh tak jauh dari pohonnya," inilah pepatah yang sangat tepat untuk disematkan pada pasangan ayah dan anak ini, Steve Eisman dan David Eisman. Steve Eisman merupakan tokoh yang kerap disandingkan dengan dunia ekonomi bahkan pernah difilmkan dengan judul film The Big Short.

Jika Anda menonton film The Big Short, pasti tahu tokoh bernama Steve Eisman yang diperankan oleh Steve Carell. nah, Ia merupakan ayahnya David.

Dari situlah ia banyak mendapat pelajaran besar dari sang ayah tentang bagaimana mengatur uang. Memiliki ayah yang pintar mengatur keuangan karena ahli pada bidang ekonomi memberikan David banyak nasihat tentang bagaimana bekerja sama dan mengatur orang-orang tanpa mengeluarkan uang.

Baca Juga : Seperti Apa Perkembangan Teknologi Dimasa Depan ? Inilah Jawabannya

Nasehat dari sang ayah, untuk mengejar apa yang telah menjadi passion nya. Dan yang menjadi salah satu tujuan dalam hidupnya adalah mengembangkan bisnis game miliknya sendiri. Dengan kemampuan sebagai programmer ia seringkali mencoba untuk membuat game dan berharap suatu saat nanti dapat diakui sebagai kreator game besar.

Namun yang unik David tidak mengaku dirinya sebagai seorang programmer, tapi menganggap dirinya adalah seorang pebisnis.

Dan pengalaman membawanya pada kesempatan yang tidak pernah ia duga. David pernah melamar untuk magang di salah satu perusahaan video game. Namun perusahaan tersebut menolak dengan alasan David belum mempunyai pengalaman untuk bisa bekerja secara profesional.

“Saya selalu ingin magang di sebuah perusahaan video game, tapi tidak ada yang mau merekrut saya. Mereka bilang kalau saya butuh pengalaman dan ternyata saya sudah membuat video game sendiri. Jadi saya memutuskan untuk melewati tahap tersebut dan membuat perusahaan saya sendiri,” kenang David.


Membuat Iklan Bisnis


Lalu apa yang dilakukan berikutnya oleh David untuk mengejar cita-citanya? Ya tidak lantas menyerah justru mencoba untuk mencari peruntungan lain lewat fasilitas internet.

Kalau itu ia mencoba membuka iklan untuk menanamkan modal  skill bagi perusahaan game yang akan dibuat. Jadi bisa dibilang, David mulai membuka usaha perusahaan game bahkan dengan modal tekat saja.

“Jadi saya meluncur ke internet. Saya buka setiap situs video game dan berbagai forum, saya mulai mem-posting berbagai iklan,” katanya.

Salah satu konsep yang juga dipelajari dari sang ayah adalah, ketika mencoba untuk mencari modal demi mengembangkan usaha, kita harus menawarkan apa-apa keuntungan yang bisa didapatkan oleh para pemodal tersebut. Oleh karena itu, David berpikir bahwa yang bisa didapatkan oleh pemodal adalah keuntungan bagi hasil jika nantinya perusahaan tersebut dapat berjalan dan menguntungkan.


Apakah langkah usaha tersebut langsung memberikan hasil?


Pada kenyataannya tidak, karena banyak juga orang yang menganggap bahwa apa yang diusahakan David adalah hal yang nihil untuk mendapat kesuksesan. Bahkan, sebagian dari orang terdekatnya justru menyarankan bagi David mencari hal baru untuk dikerjakan.

Tidak mau menyerah, akhirnya perlahan David berhasil membentuk timnya sendiri. Dari 30 orang yang mendaftar, David memilih 12 orang.

“Saya merekrut 2 programmer, seorang artis, penulis, dan tim marketing dari Polandia, serta 2 komposer musik. Orang termuda usianya 18 tahun. Yang paling tua usianya 35 tahun dan tinggal di Pakistan. Ayah saya yang membantu saya perihal kontrak,” katanya.

Baca Juga : 5 Tips Rahasia Bagaimana Cara Menjadi Pribadi yang Unggul

Studio game Pixelman Productions sendiri menggarap sebuah game yang disebut dengan Mirka. Game tersebut merupakan sebuah permainan simulator, yang mana merupakan format baru dalam first-person game. Tokoh utama dalam game ini juga seorang wanita. Uniknya, game ini bukan soal menyelamatkan dunia atau menembak orang, melainkan soal persahabatan.

Game ini rencananya akan di rilis untuk perangkat PC dan Mac, serta berencana juga memasuki pasar konsol game PlayStation.

Terlepas dari nantinya game ini mampu meraih kesuksesan besar atau tidak, apa yang telah diusahakan oleh David merupakan langkah berani dari seorang remaja yang penuh semangat. Daripada harus mengubur impian, dia berupaya untuk terus menjalankan mimpi tersebut bahkan dengan kemampuan yang ia miliki saat ini.

Share this

Artikel Terkait

lanjut
« Prev Post
Sebelum
Next Post »