Cerita Sukses Pendiri e-Commerce Bukalapak - Achmad Zaky

Cerita Sukses Pendiri e-Commerce Bukalapak - Achmad Zaky

Bukalapak adalah situs transaksi jual beli online atau sering disebut juga e-Commerce. namun, dengan banyaknya persaingan e-commerce yang ada di indonesia. kita patut berbangga bahwa ada anak muda indonesia yang mampu bersaing dengan sebuah platform yang memiliki budaya kental indonesia. Yaitu bukalapak.com. ya pastinya kita semua mengenal dan sering membeli produk atau hanya melihat-lihat barang di bukalapak.

Namun apakah kalian tahu siapa sosok dibalik situs bukalapak ? dia adalah Achmad Zaky. lalu bagaimana sejarah dan asal mula cerita saat dia sukses mendirikan bukalapak ? berikut kita akan mengenal profil dan biografi singkat dan kisah inspiratif perjalanan hidup dari CEO sekaligus pendiri bukalapak yang mungkin mememberikan pelajaran hidup yang berharga. Simak Penjelasannya


Cerita Sukses Pendiri Bukalapak - Achmad Zaky



Profil dan Cerita Singkat kehidupan Achmad Zaky


Achmad Zaky adalah seorang laki-laki yang lahir tahun 1986 di Sragen, Jawa Tengah. Ia merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Informatika, angkatan 2008.

Sebelum masuk ITB, tujuan Zaky kuliah hanya berkeinginan memperoleh pekerjaan bagus dengan gaji yang besar. Namun seiring berjalannya waktu setelah kuliah zaky akhirnya mengalami perubahan cara berpikir. Dimana di ITB itu sangat terkenal karena lulusannya yang menjadi pengusaha sekaligua menjadi landmark, seperti Aburizal Bakrie dan Arifin Panigoro yang sukses menjadi pengusaha sukses di tanah air. 


Oleh karena itu setelah lulus di ITB pilihannya hanya ada dua, yaitu kerja di perusahaan besar seperti Mckinsey dan BCG atau membangun perusahaan sendiri.
setelah lulus kuliah Zaky berkeinginan bekerja di BCG atau Mckinsey. Tetapi ia ditolak dan gagal mendapatkan pekerjaan di kedua tempat itu.


Orang yang Sangat Cerdas


Achmad Zaky merupakan seorang yang sangat cerdas. Sejak sekolah, kecerdasannya sudah terlihat. Contohnya saat ia SMA, ia pernah ditunjuk mewakili sekolahnya untuk mengikuti ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) di bidang komputer. Pada saat itu, Achmad Zaky pun menang sampai tingkat nasional.

Setelah lulus SMA, Achmad Zaky diterima di salah satu universitas terbaik di negeri ini. Ya, Achmad Zaky kuliah di ITB mengambil jurusan Teknik Informatika. 

Di saat kuliah pun kecerdasannya sangat terlihat. Di satu semester ia pernah mencapai IPK tertinggi yaitu 4,00. Sebuah nilai yang sangat sempurna. Achmad Zaky pun sering menjadi pemenang di kejuaraan sains tingkat nasional. Contohnya saat ia menyabet Juara 2 di kompetisi Indosat Wireless Innovation Contest di tahun 2007. Di kompetisi tersebut, Achmad Zaky membuat MobiSurveyor yaitu sebuah software yang berfungsi untuk melakukan fast counting pada sebuah survey. Selain itu ia juga pernah memenangi ajang INAICTA (Indonesia ICT Awards) pada tahun 2008.

Selain kegiatan akademis, Zaky tercatat pernah mendirikan beberapa organisasi kemahasiswaan di ITB. Ia menjadi salah satu penggagas lahirnya cabang ShARE Global Student Think-Tank di ITB. Zaky juga mendirikan Entrepreneur Club ITB yang kemudian dikenal dengan Technoentrepreneur Club (TEC ITB). Ia pun aktif di Amateur Radio Club (ARC) ITB.

Zaky sempat meraih beasiswa studi ke Oregon State University dari pemerintah Amerika Serikat selama dua bulan pada tahun 2008. Selain itu, ia juga pernah mewakili ITB dalam ajang Harvard National Model United Nations 2009.


Mulai Meritis Usaha


Sejak kuliah ia sudah berkecimpung di dunia StartUp dengan mendirikan Suitmedia, yakni perusahaan yang bergerak di jasa konsultan website perusahaan, dan hingga kini usaha ini masih tetap dijalani. Pada 2010, melihat perkembangan Suitmedia tumbuh sangat pesat. Saat itu, sempat terpikir oleh Zaky untuk membangun sesuatu yang lebih bermanfaat untuk banyak orang. Ia berpikir untuk mendirikan situs yang bisa memfasilitasi penjual dan pembeli. Kebetulan pada saat itu, situs serupa di Indonesia masih sedikit atau bahkan belum ada. Ia pun memutuskan untuk mendirikan Bukalapak di tahun 2010.

Sebelumnya Zaky juga pernah sempat mencoba untuk membuka usaha kuliner mi ayam sewaktu kuliah yang akhirnya bangkrut. Zaky menghabiskan seluruh uang hasil menang dari berbagai perlombaan.

Waktu itu kami keracunan virus entrepreneurship, pas ngumpul sama teman-teman tiba-tiba kepikiran dan pengen bikin warung mie. Uang saya dari lomba habis semua kesedot kesitu karena bangkrut. Takut dan trauma rasanya waktu itu, tapi saya berpikir ini seperti sekolah, mahal sekali biayanya, saya yakin ada pelajaran berharga

Mendirikan Bukalapak


Cerita Sukses Pendiri e-Commerce Bukalapak - Achmad Zaky

Berawal dari mimpi, Achmad Zaky bersama Nugroho (juga pendiri Bukalapak) yang memiliki pengalaman dalam marketing website di Suitmedia, mereka memulai untuk membuat sebuah Plattform jual beli online dimana seorang pembeli dan penjual tidak perlu bertemu dalam sebuah transaksi. Sistem Bukalapak diselesaikan dalam waktu dua bulan

Awalnya hanya 3 orang yang terlibat di Bukalapak, 1 orang sebagai staf, 1 orang bantu-bantu, dan 1 orang lagi yaitu Achmad Zaky sendiri yang secara masif mengajak orang-orang bergabung di Bukalapak. Ia mengundang orang-orang bergabung saat di sela-sela pekerjaan di Suitmedia.


Saat awal Bukalapak didirikan, tak mudah untuk mengajak orang-orang untuk berjualan di Bukalapak. Padahal untuk berualan di Bukalapak tidak dipungut bayaran alias gratis. Kebanyakan pengusaha yang bisnisnya sudah berjalan tidak mau dibuat ribet. Mereka merasa dengan berjualan secara offline sudah cukup untuk penghasilan mereka. Zaky pun sampai turun langsung untuk mengajak orang-orang yang berjualan di mall untuk berjualan juga di Bukalapak.

Zaky juga pernah memanfaatkan Facebook dan mengajak 100 orang perhari untuk berjualan di bukalapak. Achmad Zaky dan tim Bukalapak tak ketinggalan gencar mendekati komunitas-komunitas untuk menggunakan BUkalapak. Salah satu komunitas yang awalnya menggunakan Bukalapak adalah komunitas sepeda. 

Menurut Achmad Zaky, Tantangan terberatnya dalam mengajak seller bergabung yaitu masalah kepercayaan terhadap e-commerce, karena kebanyakan orang takut tertipu. Jadi diawal ia dan tim fokus menyelesaikan masalah kepercayaan dengan cara mengedukasi seller. Kala itu Bukalapak sering membuat kisah sukses seller dan menyebarkannya ke Media Sosial guna mengedukasi seller lain agar menjadi seller terpercaya.

Selain itu Achmad Zaky juga terus meyakinkan para pengusaha, terutama UKM untuk mulai berjualan melalui internet lewat Bukalapak. Setelah beberapa lama akhirnya mereka pun mau mencoba menggunakan Bukalapak. Terutama mereka yang penghasilan dari usaha offline tidak begitu besar. Mereka berharap dengan berjualan secara online di Bukalapak akan menambah penghasilan mereka.  Ketika ditanya mengapa mereka mau bergabung, alasannya adalah karena barang mereka di toko tidak laku. Karena itu, mereka meminta bantuan Zaky untuk menjualnya di Bukalapak

Dari usaha dan kepercayaan tinggi Achmad Zaky dan tim Bukalapak akhirnya membuahkan hasil. Semakin lama jumlah pengguna yang berjualan di Bukalapak semakin banyak. Pengunjung web pun semakin banyak pula. Para pedagang yang awalnya ragu berjualan di Bukalapak mulai mendapati penghasilan mereka meningkat.


Mendapatkan Dana dari Investor dan Terus Berkembang


Semakin lama jumlah transaksi di Bukalapak semakin meningkat seiring semakin banyaknya orang yang berjualan di Bukalapak. Saat itu dalam sehari transaksi mencapai 5 milyar rupiah. Tentunya Achmad Zaky dan kawan-kawannya yang mendirikan Bukalapak merasa senang bisa membantu banyak pelaku UKM. Walaupun saat itu mereka belum meraih keuntungan. Bahkan harus mengeluarkan biaya sendiri untuk menjalankan Bukalapak. Penghasilan dari usaha konsultan web dan IT pun digunakan untuk menjalankan Bukalapak.

Tapi seiring banyaknya jumlah transaksi di Bukalapak, mulailah ada investor yang tertarik untuk menyuntikkan dananya di Bukalapak. Investor-investor tersebut adalah investor asing seperti Softbank dan Sequoia Capital yang biasa menginvestasikan dananya untuk para pelaku start up. 

Selain itu, Bukalapak pun mendapat tawaran pendanaan dari 500 Startups, Batavia Incubator, IMJ Investment, dan Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK Group). Sebenarnya Achmad Zaky dan rekan-rekan lainnya tidak berusaha untuk mencari dana pada investor-investor tersebut. Tapi investor-investor besar tersebut yang teratarik dengan perkembangan Bukalapak.


Bahkan yang menarik, saat Achmad Zaky ditawari sejumlah pendanaan oleh Softbank, ia sempat menolak karena mengira Softbank berniat untuk membeli atau mengakuisisi Bukalapak. Tapi ternyata Softbank hanya ingin membeli 15% saham Bukalapak sementara Bukalapak.com tetap menjadi tanggung jawab Achmad Zaky.

Dengan masuknya investor-investor tersebut Achmad Zaky lebih bisa mengembangkan lagi Bukalapak menjadi lebih besar lagi dan dikenal luas seperti sekarang. Dari dana tersebut Bukalapak bisa lebih mengenalkan lagi kepada banyak orang untuk menggunakannya. Walaupun Bukalapak tidak terlalu jor-joran dalam membakar uang untuk iklan di televisi. Iklan televisi pun tidak menggunakan Brand ambasador dari artis terkenal. Bahkan dirinya sendiri sempat beberapa kali menjadi bintang iklannya.

Share this

Artikel Terkait

lanjut
« Prev Post
Sebelum
Next Post »