Banyak Beban Hidup ? 3 Cara Menghilangkan Terlalu Banyak Pikiran

Banyak Beban Hidup ? 3 Cara Menghilangkan Terlalu Banyak Pikiran

Banyak Beban Hidup ? semua orang pasti mempunyai beban hidupnya masing-masing. tekanan yang selalu kita rasakan di kampus, dirumah, dikantor, karena tugas kuliah, pekerjaan, atau skripsi  dan lain sebagainya kadang membuat kita jadi stress berat dan menambah banyak beban pikiran. memang, kadang yang menyebabkan kita banyak beban dan masalah justru terjadi akibat hal kewajiban  yang mau tidak mau harus kita selesaikan. kadang kita ingin melepaskan beban tersebut namun dirasa sangat sulit. lalu pertanyaannya sekarang, Bagaimana cara menghilangkan beban dan tekanan hidup ? dan apa tips menghentikan dan mengatasi serta Menghilangkan stress karena terlalu banyak pikiran yang sekarang kita alami ? Simak Penjelasannya.

Beban Hdup adalah suatu kondisi masalah yang berat dimana kita harus memikulnya. Tidak jarang seseorang sangat menghindarinya. Tampil tanpa beban dan tanpa banyak pikiran mungkin dirasakan sangatlah menyenangkan dan menenangkan. Tapi, Bagaimana kalau kita sekarang mempunyai banyak tekanan ? Ya, Tekanan itu muncul oleh keadaan eksternal dimana kita harus dituntut menjadi lebih baik. terus ditekan agar melakukan ini dan itu, kadang membuat kita merasa tidak nyaman yang ujung-ujungnya membuat kita jadi stress bila dirasa tidak mendapatkan hasil yang sesuai.

Ya, itu semua adalah masalah hidup, kadang sebuah masalah hidup yang menimpa kita tidak semuanya berdampak negatif. Namun dengan begitu, banyak orang yang ingin melepaskan keadaan tersebut dan tidak tahu caranya. Nah berikut cara menghentikan banyak pikiran dan menghilangkan beban hidup kamu.


3 Cara Menghentikan Terlalu Banyak Pikiran Dan Beban Hidup


1. Lepaskan Pikiran


Banyak Beban Hidup ? 3 Cara Menghilangkan Terlalu Banyak Pikiran

Terima kenyataan bahwa Kamu terlalu banyak Pikiran. Sama seperti makan, Pakaian,  Pikiran juga adalah sesuatu yang kita butuhkan untuk bertahan hidup. Kadang memang sulit menilai, Apakah Kamu terlalu banyak memikirkannya atau tidak. Tapi, ada beberapa "lampu merah" yang mengindikasikan Kamu terlalu banyak berpikir. Antara lain:

  • Apakah atensi Kamu tersita pikiran yang sama berulang kali? Apakah Kamu kesulitan mencapai sesuatu gara-gara memikirkannya terus? Kalau ya, ini pertanda bahwa Kamu harus mulai bergerak maju.
  • Pernahkah Kamu menganalisis sebuah situasi dari sejuta sudut pandang? Kalau Kamu menemukan terlalu banyak cara untuk mengamati sesuatu sebelum memutuskan cara bertindak, Kamu malah tidak produktif.
  • Pernahkah Kamu meminta saran dari 20 teman terdekat saat memikirkan sesuatu? Kalau ya, sadari bahwa Kamu hanya bisa meminta beberapa opini orang lain untuk sebuah ide. Terlalu banyak opini malah membuat Kamu stres!
  • Apakah orang lain sudah berulang kali meminta Kamu untuk menghentikan kebiasaan terlalu banyak berpikir? Apakah mereka menjuluki Kamu pelamun, atau penatap jendela saat hujan? Kalau ya, mungkin mereka benar.


Meditasi. Kalau tidak tahu bagaimana cara menghentikan kebiasaan terlalu banyak berpikir, Kamu perlu belajar "melepas" pikiran-pikiran itu. Kamu boleh berpikir, asalkan Kamu sengaja melakukannya. Ibarat bernapas, Kamu berpikir sepanjang waktu tanpa menyadarinya. Tapi kalau diperlukan, Kamu toh bisa menahan napas. Meditasi membantu Kamu belajar melepas pikiran.


  • Luangkan 12-30 menit untuk meditasi tiap pagi. Dampaknya sungguh besar terhadap kemampuan benak Kamu untuk tetap fokus ke masa kini. Pikiran-pikiran yang menggelayut pun akan terlepas.


Lakukan olahraga. Lari atau jalan cepat bisa mengalihkan benak Kamu dari semua pikiran yang mengganggu, dan lebih fokus ke tubuh Kamu. Ikuti aktivitas seperti power yoga atau voli pantai. Aktivitas-aktivitas itu membuat Kamu begitu fokus ke tubuh sehingga tidak ada waktu untuk berpikir.

Katakan ide-ide Kretiatif Kamu dengan lantang. Begitu Kamu mengucapkannya, bahkan kalaupun Kamu berbicara dengan diri sendiri, proses melepas itu dimulai. Kalau memang butuh, Kamu bisa melakukannya sembari berjalan, lambat laun makin cepat. Begitu Kamu keluarkan ide-ide itu dari benak, pelepasannya mulai berlangsung.

  • Kamu bisa mengucapkannya lantang-lantang ke diri sendiri, kucing Kamu, atau seorang teman tepercaya.

Mintalah saran. Kamu mungkin telah menguras energi untuk berpikir, tapi orang lain bisa saja menawrakan sudut pandang berbeda. Setelahnya, Kamu bisa mengamati keputusan itu dengan lebih jelas. Trik ini membantu melepas pikiran yang mengganggu. Teman bisa membuat Kamu merasa lebih baik, meringankan masalah Kamu, dan membantu Kamu menyadari bahwa Kamu menghabiskan terlalu banyak waktu untuk berpikir.


2. Kendalikan Pikiran


Banyak Beban Hidup ? 3 Cara Menghilangkan Terlalu Banyak Pikiran

Buat daftar praktis hal-hal yang menggelayuti benak. Kamu bisa menuliskannya di sehelai kertas atau program komputer. Jabarkan masalah terlebih dahulu. Tuliskan opsi-opsi yang ada. Kemudian tuliskan pro dan kontra untuk tiap opsi. Memindahkan pikiran ke depan mata mencegah benak Kamu berputar-putar memikirkannya. Begitu Kamu tidak bisa menuliskan apa pun lagi, benak Kamu telah menunaikan tugasnya, dan kini saatnya berhenti berpikir.

  • Ketika membuat daftar belum juga membantu Kamu membuat keputusan, jangan takut ikuti insting. Kalau dua opsi atau lebih tampak sama menariknya, berpikir lebih banyak takkan menjadikannya lebih jelas. Inilah saatnya Kamu mendengarkan sesuatu dalam jiwa Kamu.

Tulis di buku harian hal-hal yang mengganggu. Daripada terus-menerus membiarkan pikiran gigih menggerogoti benak Kamu, tuliskan semuanya tiap hari. Di akhir pekan, bacalah apa yang telah Kamu tulis, dan perhatikan hal-hal yang paling mengganggu Kamu. Itulah yang perlu Kamu urus terlebih dahulu.

  • Cobalah tulisi buku harian Kamu beberapa kali seminggu. Kamu akan terbiasa dengan konsep "waktu untuk berpikir" sehingga pikiran-pikiran itu Kamu izinkan untuk mengganggu hanya di saat yang tepat, bukan sepanjang hari.

Miliki daftar tugas. Buat daftar segala hal yang perlu Kamu kerjakan pada hari tertentu. Kecuali "melamun" termasuk prioritas bagi Kamu, daftar ini akan membuat Kamu sadar, ada hal-hal lain yang lebih penting untuk dilakukan dibandingkan duduk diam dan bertanya-tanya tentang makna alam semesta! Cara tercepat menata pikiran Kamu adalah mengubahnya jadi sesuatu yang bisa dilakukan. Kalau Kamu berpikir bahwa Kamu kurang tidur belakangan ini, membuat rencana untuk tidur secepat mungkin lebih baik daripada terus mencemaskannya!

  • Daftar itu bisa praktis sekaligus menangani hal-hal yang lebih besar, misalnya, "Luangkan lebih banyak waktu untuk keluarga saya."

Luangkan "waktu untuk berpikir" tiap hari. Walau ini terdengar gila, memilih satu waktu tiap hari ketika Kamu boleh cemas, heran, bermimpi, dan tersesat dalam pikiran Kamu sendiri bisa membantu Kamu mengendalikannya secara lebih produktif. Kalau butuh, luangkan satu jam, misalnya dari pukul 15.00 hingga pukul 16.00 tiap hari. Kemudian, cobalah kurangi durasinya jadi pukul 15.00 hingga pukul 15.30. Kalau pikiran mengganggu muncul lebih awal, ketika Kamu tidak sanggup menanganinya, katakan, "Saya akan mencemaskannya nanti jam tiga sore."
Ini terdengar konyol, Namun Tak apa.


3. Hiduplah di Masa Kini


Banyak Beban Hidup ? 3 Cara Menghilangkan Terlalu Banyak Pikiran

Pecahkan sebanyak mungkin masalah. Kalau masalah Kamu adalah terlalu banyak berpikir tentang hal-hal yang tidak penting, cemas tanpa alasan, atau memikirkan hal-hal yang tidak bisa Kamu kendalikan, tidak banyak yang bisa Kamu lakukan untuk "memecahkan" masalah yang menggelayuti benak itu. Sebaliknya, pikirkan masalah-masalah yang bisa Kamu pecahkan, kemudian rancang rencana aktif untuk memecahkannya. Jangan hanya berpikir, berpikir, dan berpikir tentang masalah itu tanpa mencapai apa pun. Berikut beberapa solusi yang bisa Kamu lakukan:

  • Kalau cemas Kamu tertinggal di pekerjaan atau di sekolah, buat daftar hal-hal yang bisa Kamu lakukan untuk mencapai kesuksesan. Kemudian lakukan!
  • Kalau Kamu sering berpikir, "Bagaimana kalau..." cobalah lakukan hal-hal yang lebih layak dilakukan.

Jadilah orang yang sosial. Kelilingi diri Kamu dengan orang-orang yang Kamu sukai. Kamu akan lebih banyak berbicara dan lebih sedikit berpikir. Keluar dari rumah beberapa kali seminggu. Jalin hubungan yang awet dan bermakna dengan setidaknya dua atau tiga orang tetangga, yang bisa Kamu ajak main atau nongkrong. Kamu cenderung berpikir kalau terlalu sering menyendiri.
Menyendiri itu bagus. Tapi, penting juga mengombinasikan rutinitas dengan waktu untuk bergaul dengan teman-teman. Bersantailah. Bersenang-senanglah.

Temukan hobi baru. Luangkan waktu untuk menjelajah sesuatu yang benar-benar berbeda dan di luar zona nyaman Kamu. Hobi baru, apa pun itu, akan membuat Kamu tetap fokus mengerjakan tugas yang ada di depan mata, dan tertarik mencapai hasil. Jangan pernah berpikir bahwa Kamu tahu apa yang Kamu sukai dan tidak butuh pengalih atensi lainnya. Menjalani hobi baru bisa membantu Kamu hidup di masa kini dan memusatkan atensi ke karya seni atau apa pun. Cobalah:

  • Menulis puisi atau cerita pendek
  • Ikut kuliah sejarah
  • Ikut kursus kerajinan tanah liat atau keramik
  • Belajar karate
  • Berselancar
  • Bersepeda

Jelajahi alam. Keluar dan amati pepohonan, ciumi mawar-mawar, dan rasakan percikan air dingin di wajah Kamu. Kamu akan hidup di masa kini, merengkuh alam dan kefanaan eksistensi Kamu, serta menyaksikan dunia di luar dunia yang Kamu ciptakan sendiri dalam kepala Kamu. Oleskan krim tabir surya, pakai sepatu kets Kamu, dan berhentilah mengurung diri di kamar.

  • Kalaupun Kamutidak tertarik mendaki, berlari, atau berselancar, tetapkan target untuk berjalan melintasi taman setidaknya satu atau dua kali seminggu. Pergilah ke suatu lokasi alam terbuka bersama teman-teman Kamu selama liburan berikutnya. Atau, pergilah ke mana pun Kamu bisa menatap danau dan lautan.
  • Dan, kalau semua itu masih terasa merepotkan, cukup keluar rumah. Berjemurlah di bawah sinar matahari. Kamu akan merasa lebih bahagia, lebih sehat, dan tidak banyak melamun.

Baca lebih banyak. Pusatkan pikiran ke orang lain. Selain memperoleh pencerahan, Kamu tidak lagi terlalu banyak berpikir tentang diri sendiri. Malah, membaca biografi sosok inspirasional yang "bertindak" akan menyadarkan Kamu, di balik tiap pikiran hebat ada tindakan yang sama hebatnya. Membaca buku juga membuat Kamu enggan melakukan apa pun kecuali kabur ke dunia baru, yang juga bagus.

Buat daftar syukur. Tiap hari catatlah setidaknya 5 hal yang bisa Kamu syukuri. Atensi Kamu akan terpusat ke orang lain dan hal-hal lain di luar pikiran Kamu. Kalau tiap hari terasa terlalu banyak, coba lakukan sekali seminggu. Tiap peristiwa dan anugerah kecil bisa masuk dalam daftar syukur ini, termasuk barista yang memberi Kamu secangkir kopi gratis.

Baca Juga : Cerita sukses dari Pendiri Website JalanTikus.com - Weihan Liew

Musik. Mendengarkan musik yang bagus bisa menghubungkan Kamu dengan dunia di luar kepala Kamu. Kamu bisa melakukan ini dengan pergi ke konser, memutar CD tua di mobil, atau bahkan membeli gramofon dan beberapa keping kaset vinyl. Pejamkan mata, dalami not-not musik itu, dan hiduplah di masa kini.
Pilihan musik tidak harus Mozart kok. Katy Perry pun bisa!

Tertawalah. Dekati orang-orang yang bisa memancing tawa Kamu. Tonton komika atau pertunjukan TV lucu yang sangat Kamu sukai. Tonton video-video YouTube yang lucu. Lakukan apa pun yang Kamu perlu lakukan untuk terbahak-bahak, dan tidak memedulikan hal-hal yang ada dalam benak. Jangan sepelekan pentingnya peran tawa bagi kesehatan mental Kamu. Sumber

Share this

Artikel Terkait

lanjut
« Prev Post
Sebelum
Next Post »