6 Alasan Jarang Pamer di Media Sosial, Justru Hidupnya Lebih Sukses dan Bahagia

6 Alasan Jarang Pamer di Media Sosial, Justru Hidupnya Lebih Sukses dan Bahagia

Diantara kita pasti sering mengupdate status atau mengunggah foto dimedia sosial, tapi sadarkah kamu bahwa tidak jarang diantara kita melakukan hal tersebut hanya bertujuan untuk pamer atau eksis didunia maya. baik itu mengupdate status atau sekedar mengunggah foto di media sosial. memang hal ini bukanlah hal yang perlu dibesar-besarkan, namun bagaimana perasaan kamu jika ketika kamu membuka laman media sosial yang dipenuhi positngan yang berbau pamer. pasti menyebalkan bukan,

Seperti kebiasaan yang cukup lumrah dimana suatu pencapaian atau kemesraan dengan pasangam dipamerkan dan dikabarkan dimedia sosial. apa tujuan sebenarnya mereka. ya, mendapatkan pengakuan dari orang lain. merasa paling hebat dan paling berharga diantara orang lain. media sosial tak berbeda dengan buku diari, yang hampir semua kegiatanmu di share dimedia sosial. memang, tidak ada salahnya dan tidak ada yang melarang. namun jangan sampai apa yang kamu bagikan di media sosial secara berlebihan akan membuat kamu dicap sebagai orang yang suka pamer dan lebay.

Dengan banyaknya orang yang mempostingkan sesuatu yang bernada pamer yang menyebalkan tersebut, nyatanya masih ada juga orang-orang yang  tidak mau pamer dan memposting sesuatu yang bermanfaat di medsos. Mereka terkesan jarang berbagi pencapaian bukan berarti mereka tidak punya prestasi atau kebahagian yang bisa dibagikan. Dibalik heningnya media sosial mereka, sebenarnya mereka punya kehidupan yang lebih sukses dan bahagia daripada mereka yang berisik di media sosial. simak 6 alasannya.

JARANG PAMER DIMEDIA SOSIAL, JUSTRU HIDUPNYA LEBIH SUKSES & BAHAGIA
SIMAK 6 ALASANNYA


1. Jarang memposting pencapaian di Media Sosial bukan berarti mereka pribadi yang tertutup. Pencapaian sukses mereka cukup dirayakan dengan orang-orang tersayang.

Ditengah banyaknya orang yang narsis, nyatanya masih ada segelintir orang yang enggan pamer di medsos mereka. Bagi mereka, segala pencapaian cukup dibagi pada orang-orang terdekat. Prestasi dan kebersamaan dengan teman tidaklah harus selalu di posting di laman medsos mereka, tetapi foto mereka sering muncul di laman medsos teman-temannya meski mereka tidak mempostingya. mereka kelihatan tertutup, tetapi sebenarnya mereka memiliki banyak teman dan mereka punya kehidupan yang bahagia.

Bagi mereka juga terkadang merasa takut dan malu bila membagikan pencapaiannya dan dilihat oleh orang lain yang melebihi pencapaian mereka. karena mungkin mereka sadar diatas langit masih ada langit.

Baca Juga : 9 Bahaya dan Efek Samping Berolahraga Secara Berlebihan

2. Postingan ketika mereka traveling jauh dari kesan pamer tetapi lebih informatif. Bahkan muka sendiri seringkali tidak pernah kelihatan.

Dizaman yang serba digital ini, banyak orang ketagihan untuk memposting apapun ke medsos mereka. entah itu kuliner, traveling, shopping dan lain sebagainya. Sebenarnya itu bukan masalah buat kita juga sih, namun hal tersebut bisa berubah menjadi menyebalkan dimana postingan foto traveling tersebut di sertai dengan caption yang bernada pamer seperti

"Sarapan di bali, makan siang di inggris, makan malam di Roma with my husband"..... :)

Sebagian orang ketika saat traveling mereka disertai dengan caption yang jauh dari kesan pamer, bahkan wajah mereka tidak pernah keliatan di sejumlah foto yang mereka posting. karena bagi mereka traveling adalah moment untuk menyegarkan pikiran dan bukan untuk dipamerkan.

3. Tidak hanya pencapaian, soal kemesraan pun mereka enggan mengumbar kemesraan, seringnya disertai caption yang meneduhkan.

Jarang mengumbar kemesraan di media sosial, bukan berarti kehidupan percintaan mereka tidak bahagia. Prinsip mereka bahwa kemesraan dengan pasangan tidak harus selalu diposting ke media sosial, kalaupun sesekali memposting dengan pasangan seringnya disertai caption yang puitis dan bikin "baper" yang membacanya. tanpa memperlihatkan kedekatan yang berlebihan.

4. Kebahagiaan atas segala pencapaian tak harus disertai "like atau love" di media sosial. Justru mereka yang tak harus lari ke medsos, punya kebahagiaan yang lebih riil.

Banyak orang yang hobi memposting foto kebersamaan dengan teman-temannya, nyatanya selalu merasa sepi. Apa yang ditampilkan di laman mereka hanya tameng untuk menutupi kehidupan mereka yang sesungguhnya, yang selalu merasa sepi dan kosong. Tapi, di sisi lain mereka ingin diakui orang lain sebagai pribadi yang selalu bahagia. Berbeda dengan mereka yang hidupnya memang benar-benar dikeliling oleh keluarga dan sahabat yang tulus menyayangi mereka. Jadi, mereka tak butuh pengakuan dari orang-orang di media sosial, karena hidup mereka sudah cukup bahagia.

5. Daripada sibuk membangun citra diri di media sosial, Mereka lebih memilih menyibukkan diri utnuk mengejar mimpi. Pamer di media sosial hanya buang-buang waktu.

Berbagai kesibukan yang mereka lakukan menyebabkan mereka tidak punya waktu untuk memposting hal-hal yang tidak penting di medisa sosial. Mereka lebih sibuk mengejar mewujudkan cita-cita yang selama ini mereka harapkan menjadi nyata daripada sibuk mengurusi media sosial mereka yang tidak jarang hanya besar bicara. Jika mereka ada waktu untuk memposting sesuatu, sebisa mungkin adalah hal yang mengajak pada kebaikan.


6. Bagi mereka, media sosial adalah laman untuk menyebarkan kebaikan dan hal-hal yang bermanfaat. Tak ayal jika di laman media sosial mereka lebih banyak diwarnai dengan postingan bernada charity.

Daripada mengumbar tentang perhargaan atau prestasi yang pernah di raih, meraka lebih senang memposting di media sosial dengan sesuatu yang bernada kebaikan. Entah sekadar memposting quotes yang meneduhkan hati atau bahkan postingan tentang kegiatan amal. Selain itu, tanpa bermaksud untuk ria, mereka lebih senang membagi pengalaman mereka berkegiatan sosial. Dengan tujuan untuk menularkan virus berbuat baik. Media sosial adalah kemajuan teknologi yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sebisa mungkin, semua postingan yang tersebar luas akan punya nilai kebajikan tersendiri.

Baca Juga :  7 Hal yang Tidak Boleh dilakukan di media sosial

KESIMPULAN

Memposting apapun itu dimedia sosial memang tidak ada masalahnya dan tidak ada yang melarangnya. namun, jika menshare secara berlebihan mungkin bukanlah sesuatu yang baik karena kamu mungkin akan di nilai sebagai pribadi yang suka pamer. lebih baik diakui daripada meminta pengakuan. Semoga Bermanfaat.

Share Ini

Artikel Terkait

lanjut
« Prev Post
Sebelum
Next Post »